07 Februari, 2009

Penemu Istilah "Indonesia" itu..

Pada ngantuk di tengah malam, kesadaran yang tersisa itu terhenyak oleh pertanyaan diseberang sana tentang siapa penemu istilah “Indonesia”, apakah orang Belanda, Cornelis Van Vollenhoven? katanya. “Hah..apa, siapa penemu istilah indonesia?” kagetku.. ngapain sayangku ini tanya begituan batinku, kayak ga’ada pertanyaan lain aja.. namun dengan penuh percaya diri aku bilang bukan! tentu saja bukan, pencipta kata “Indonesia” itu adalah orang Indonesia sendiri, tegasku,pada masa penjajahan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie)—bisa ga’sih kita bayangkan selama kurang lebih 2 abad kita dijajah oleh sebuah perusahaan dagang yang hanya ingin memonopoli rempah-rempah?—dan pemerintah Belanda, istilah yang dipakai untuk menyebut tanah air kita adalah Hindia Belanda, pada masa penjajahan Jepang awal dipakai Hindia Timur, sebelumnya lagi disebut Kepulauan Hindia juga ada yang menyebutnya Kepulauan Melayu. “trus apa Nusantara ya?” wah kalau itu mah lebih lama lagi, mungkin di masa Majapahit dulu, selorohku, ingat tuh Sumpah Palapa-nya Gajah Mada, bisa jadi itu istilah pertama untuk nusantara “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa", jadi masih dengan pede-nya aku bilang Istilah “Indonesia” itu baru-baru muncul saat mahasiswa Indonesia seperti Hatta, kataku membentuk perkumpulan mahasiswa Indonesia di Belanda sana aku lupa namaya yang menerbitkan semacam brosur, majalah, atau selebaran-lah dengan memakai nama “Indonesia”, jadi baru tahun 19..an, puncaknyakan jelas Kongres Pemuda II, 28 oktober 1928 itu yang kemudian ber-sumpah pemuda menjadikan Indonesia sebagai tanah air, bangsa dan bahasa.

Gitu ya.. ya udah makasih sayang ya.. dah mat bobo lagi.. assalamu’alaikum.. klik telpon itu ditutup, tapi pastinya tentu saja pastinya aku ga’ bisa tidur, eh apa betul istilah Indonesia itu memang dari kaum muda terpelajar diawal masa pergerakan dulu yang ciptakan? Aku ingat-ingat selama ini ketika mendapat pelajaran sejarah sejak SD sampai dengan SMU—masaku sudah SMU bro, bukan SMA lagi padahal bedanya cuma tipis kalo SMA itu Sekolah Menengah Atas sedang SMU adalah Sekolah Menengah Uatas he3x—balik ke tadi, seingatku tidak pernah semasa belajar itu diceritakan siapa penemu atau pencipta istilah “Indonesia” coba deh ingat-ingat, kalau pernah disampaikan pastilah kita ingat meskipun sedikitkan?, ya..meskipun tidak ingat namanya, tapi kita pasti ingat kejadian ataupun peristiwa sebelumnya, pada saatnya maupun sesudahnya, betul ga’? coba, search memori kita masing-masing tentang penemu atau pencipta istilah “Indonesia”….loading…loading… ya Tuhan prasaanku ga’ ada sedikitpun yang nyangkut tentang masalah itu.. ga’tau deh kalo teman-teman, atau akunya dulu pas ga’masuk sekolah gitu, atau lagi meleng ngayalin cewek kelas sebelah.. ya ga’taulah.. tapi kalo memoriku betul, perasaanku betul bahwa ga’pernah diajarin tentang itu… wah itu mah guru, kurikulum, sistem pendidikan, pemerintah kita betul-betul-sangat-sangat keterlaluan sekali-sekali! Bayangkan kita yang mengaku warga negara Indonesia tidak pernah tau darimana kata atau istilah “Indonesia” itu bermula.. GILA GA’?!

Mencuri judul puisinya Taufiq Ismail
MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA
Di Republik yang terancam bubar ini,
Presiden, perdana Mentri, beserta jajaran kabinet ditahan dan diasingkan..
Panglima Besar Soedirman kita ingat memimpin gerilya..
Sri Sultan Hamengku Buwono IX koordinasikan Yogya
Inisiatif PDRI Mr Sjafroedin Prawiranegara
Di negeri ini pernah jadi Serikat, Konsekuensi KMB katanya
Ada negara bagian namanya Republik Indonesia, Mr. Assaat Presiden-nya
UGM salah satu prasastinya..
Kepanitiaan hasil perundingan diketuai Mr. Soepomo
dan UUDS 1950 hasilnya..
tapi jangankan melupakan Sjafroedin dan Assaat
istilah “Indonesia” darimanapun kita tak tau..
Malu aku jadi orang Indonesia..
Sungguh.. Malu aku jadi orang Indonesia.
Cobalah teman kita pikir, kita pasti pernah mendengar siapa pencipta lagu “Indonesia Raya” walaupun kita mungkin lupa bahwa Wage Rudolf Soepratman adalah pelakunya, kita tidak tau darimana si WRS dapat Inspirasinya tapi kita tau Kongres Pemuda II pertama kali adalah waktu memperdengarkannya di depan umum.. kita juga pernah mendengar kalau yang menjahit Bendera Merah Putih pertama kalinya adalah ibu Fatmawati Soekarno dan lagi kita juga mungkin sempat menanyakan siapa pencipta lambang negara Indonesia Garuda Pancasila itu, bahkan kita tau detail bulu di leher sang Garuda dan makna simbol di perisainya… tapi coba SIAPA PENEMU ATAU PENCIPTA ISTILAH “INDONESIA”, jujur bagiku itu pertama kalinya setelah 26 tahun aku hidup, makan, sekolah dan kerja di bumi yang bernama Indonesia.. sekali INDONESIA. Malu.. betul malu rasanya..
Ah sudahlah besoknya aku hunting di dunia maya tuk mencari siapa pelaku yang membuat aku tersentak sadar dan malu yang begitu besar ini.. informasi itu aku dapat dari www.wikipedia.org berikut digambarkan :
Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: "... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians".
Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: "Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago".
Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiƫr (orang Indonesia).
Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya : "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."
Di Indonesia Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini.
Dengan pendudukan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda". Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah Republik Indonesia.
Nah, begitulah tertulis di Wikipedia tentang asal-usul istilah “Indonesia”, lega rasanya.. kalo ada yang bertanya lagi insyaAllah aku akan jawab dengan tegas bahwa penemu/pencipta itu adalah JAMES RICHARDSON LOGAN, seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh pengelola Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) Singapura. Meskipun terlambat aku bersyukur mendapat pertanyaan yang mungkin jadi adalah salah satu pertanyaan mengguncang kesadaran sampai sejauh ini, sama mengguncangnya seperti pertama kali aku membaca Jostein Gaarder dalam “Dunia Sophie” yang bertanya “siapa kamu?” dan “Darimana datangnya dunia?”

related post



3 komentar:

  1. Pak Arief Zein ini memang cocoknya jadi sejarahwan, bukan jaksa... hehehe...

    Jas merah, jangan lupakan sejarah. Kira2 begitu

    Emang orang yang tidak memahami sejarah kurang bisa untk menghidar dari mengulangi kesalahan yg udah pernah terjadi d masa lalu

    BalasHapus


  2. PERHATIKAN TIGA KATA DI BAWAH INI
    MEMILIKI JUMLAH & SATUAN HURUF YG SAMA
    DGN LETAK YG BERBEDA:

    █║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█║█▀█
    █║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█║█▄█
    ▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀
    INSOEN~DIA merupakan DIMENSI RUH

    █║█▀█║█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
    █║█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
    ▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
    INI~SOENDA merupakan DIMENSI JIWA

    █║█▀█║█▀▄║█▀█║█▀█║█▀║█▀▀║█║█▀█
    █║█║█║█║█║█║█║█║█║█▀║▀▀█║█║█▄█
    ▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀
    INDO~NESIA merupakan DIMENSI JASAD

    LUPAKAN SAJA George Samuel Windsor Earl dan
    James Richardson Logan atau yg lainnya.

    Kalau bisa tolong pikirkan eksistensi TIGA KATA
    tsb di atas agar kita mendapat hikmah.

    INSOEN~DIA INI~SOENDA INDO~NESIA

    adalah runut AJAIB & FITRAH,
    yang turun dari langit
    sejak masa JAWAHAR AWAL.

    Siapapun tidak akan yakin runut kata
    INSOENDIA ~ INISOENDA ~INDONESIA
    yang sangat sempurna ini,
    merupakan perencanaan manusia.

    Hadirnya para penemu kata Indonesia
    seperti George Samuel Windsor Earl,
    James Richardson Logan & yg lainnya,
    HANYA MERUPAKAN SINDIKAT PLAGIATOR
    YANG DIRANCANG DENGAN CEMERLANG,
    yang dipersiapkan oleh kepentingan Global
    utk menterpurukan Prima Cauca Sunda dan
    Bangsa Indonesia secara berkepanjangan.

    Sebuah bukti mereka telah merubah
    MAKNA KATA SUNDA, yang tadinya
    merupakan POTENSI GLOBAL milik semua umat manusia
    MENJADI POTENSI ETNIS.
    Aneh kita lebih percaya kepada mereka..???

    BAHKAN JIKA ANDA TAHU KALAM DI LAUH MAHFUDZ
    BAHWA KATA SUNDA SEBENARNYA NAMA JAGAT RAYA
    Bukan Main...!
    ╔═══════╗
    ║█▀░░░▀█║
    ║░░█▀█░░║
    ║░░█▄█░░║
    ║█▄░░░▄█║
    ╚═══════╝
    Terima Kasih
    Sandi Kaladia

    BalasHapus

sebenernya sih enggan, karena takut juga dengernya, tapi gimana lagi ntar dibilang melanggar HAM, ga' ngasih tempat buat protes, dah nulis ga' tanggung jawab.. okelah konstruktif, dekonstrukstif maupun dekstruktif sekali pun aku siap dengarnya.
thanks for comment..